E-Book Gratis: ReactJS untuk Pemula

Pengen belajar ReactJS tapi bingung mulai dari mana? Udah baca-baca tutorial tapi penuh jargon yang malah bikin mumet?

E-book ini mungkin cocok buat Anda. 🙂

E-book ini bisa didapatkan di Leanpub.

NOTE1: E-book ini bisa diunduh gratis. Silakan geser slider harga di halaman Leanpub ke angka 0.

NOTE2: Silakan link Leanpub-nya di-share. Kalo bisa jangan langsung PDF-nya karena saya juga pengen tau berapa banyak orang yang unduh ebook ini.

NOTE3: Ebook ini bakal diupdate terus kalo ada materi baru yang sekiranya menarik untuk ditambahkan atau mungkin ada materi yang perlu dikoreksi.

Compound Component

Compound component adalah sebuah komponen yang terdiri dari komponen-komponen yang lebih kecil. Komponen-komponen ini kalo sendirian ga ada gunanya. Kalo di HTML biasa salah satu contohnya adalah komponen <select>.

<select>
  <option />
  <option />
</select>

Pattern ini adalah alternatif dari render-props. Tujuannya sama, bikin komponen yang fleksibel & struktur komponen children-nya terserah user/consumer.

useContext untuk Global State

Nggak semua aplikasi React butuh Redux/MobX atau library sejenisnya. Untuk banyak kasus kita bisa pake React Context aja.

Context punya dua bagian utama yaitu Provider yg nyediain variabel & fungsi-fungsi global, dan Consumer sebagai pemakainya.

Untuk bikin Provider, pertama kita buat context pake createContext(). Terus kita pake komponen Context.Provider.

import React, { useState, createContext } from 'react';
import Header from './Header';
import Mailbox from './Mailbox';
import './styles.scss';

export const AppContext = createContext();

export default function App() {
  // global state
  const [user, setUser] = useState(null);

  return (
    <AppContext.Provider
      value={{
        user,
        setUser
      }}
    >
      <div className="App">
        <Header />
        <Mailbox />
      </div>
    </AppContext.Provider>
  );
}

Kenapa objek context-nya perlu diekspor? Biar bisa dipake di komponen-komponen lain yang jadi consumer-nya.

Continue reading →

8 Perintah Git Esensial

Beberapa perintah Git yang esensial selain yg dasar-dasar. Wajib tau, lebih bagus kalo hafal.

1. Bikin Branch dari Commit Tertentu

Bikin branch dari commit tertentu.

$ git checkout -b [nama branch] [commit hash]

Bikin branch lokal yang nge-track remote branch yang udah ada,

$ git checkout -b [nama branch] --track origin/[nama branch]

2. Merge Non-FF

Kalo mau selalu ada merge-commit tambahin opsi --no-ff.

$ git merge A --no-ff

Bedanya pake flag --no-ff ato nggak kira-kira begini:

3. Stash

Git stash utk nyimpen perubahan konten tanpa harus commit.

Continue reading →