28
Apr 13

Making Dooitkoo — Bagian 5

Lan­jutan dari bagian 4

Con­troller

Con­troller adalah otak dari aplikasi yang ber­tugas meng­han­del rekues dari klien dan melakukan operasi CRUD ter­hadap model. Dalam Laravel, con­troller secara default disimpan dalam direk­tori /application/controllers/. Kon­troler bisa meng­han­del rekues HTTP biasa atau res­tful. Kalo rekues biasa, non-restful, semua public fun­ction yang meng­han­del rekues harus ber­awalan action_.

Con­tinue reading →


22
Apr 13

Making Dooitkoo — Bagian 4

Laravel menyediakan struk­tur MVC untuk application server yang kurang lebih seperti gam­bar berikut.

App structure

Con­tinue reading →


16
Apr 13

Making Dooitkoo — Bagian 3

Lan­jutan dari Bagian 2

Server udah sip, local udah siap. Jadi sekarang wak­tunya coding. Fun time!

Setup Laravel

Karena baru per­tama kali pake Laravel … oh, mak­sud­nya baru per­tama kali bikin full-blown web app sejak 2005, banyak yang harus dibaca-baca dulu, manual PHP, dokumen­tasi JavaScript di Mozilla, dll. Dan yang paling pen­ting sekarang, seting local server ngikutin petun­juk yang ada di dokumen­tasinya.

Karena ada 3 kon­figurasi yg ber­beda, saya edit file paths.php & masukin path untuk kon­figurasi local, staging, dan production server.

Kode di atas artinya, untuk domain local­host dan semua yg ber­akhiran .dev, pake kon­figurasi yang ada di direk­tori /dev/, untuk domain staging.dooitkoo.com pake yang ada di /staging/, dan seterus­nya. Con­tinue reading →


14
Apr 13

Making Dooitkoo — bagian 2

Lan­jutan dari Bagian 1

Tahap ber­ikut­nya setelah seting domain dsb adalah mem­per­siapkan application server dan local development environment, plus alat pen­dukung lain­nya. Karena server­nya pake linux, untuk development saya pake Mac yang juga ber­basis Linux. Jadi semen­tara kom­puter win­dows­nya dipake utk buka dokumen­tasi & ngegame aja …

Server

Webfaction pake cus­tom con­trol panel di mana setiap website harus memiliki application dan domain. Application adalah tem­pat di mana saya nanti meletakkan file-file yang akan di-publish oleh Apache. Website adalah semacam con­tainer untuk application, fung­sinya kurang lebih seperti file *.conf yand dipake Apache untuk ngeload website. Domain fung­sinya seperti DNS manager.

Jadi per­tama saya buat 2 application yaitu dooitkoo dan dooitkoo_staging, masing-masing untuk versi live/production dan tes­ting. Kemudian saya bikin 2 database, yg namanya juga dooitkoo & dooitkoo_staging & saya bikin 2 website yang namanya sama.

Saya ga mau semua file & folder application server ber­ada di lokasi yang bisa diak­ses lewat web. Jadi saya bikin 2 aplikasi tam­bahan ber­nama dooitkoo_public & dooitkoo_staging_public yang ber­upa sym­bolic link. Kedua aplikasi tam­bahan nan­tinya akan men­jadi poin­ter ke direk­tori “/public” yang ada di Laravel. Website “app” saya atur supaya pake sym­link dooitkoo_public, website “staging” saya arahkan ke dooitkoo_staging.

Apps

Con­tinue reading →


08
Apr 13

Making Dooitkoo.com — bagian 1

Setelah lebih dari 10 tahun bekerja seba­gai con­tract developer & bikin produk buat orang lain, saya pikir udah wak­tunya saya punya produk sen­diri yang punya nilai komer­sial. Awal­nya saya ingin mem­buat mobile game atau men­jual web tem­plate tapi setelah dipikir masak-masak, saya lebih con­dong ke pem­buatan aplikasi yang benar-benar memiliki value dan bisa mem­bantu banyak orang.

Ber­dasar pengalaman pribadi, saya bukan orang yang bisa meng­atur keuangan, tim­bul ide untuk mem­buat aplikasi semacam finan­cial assis­tant untuk mem­bantu men­catat segala macam tran­saksi dan meren­canakan keuangan. Saya yakin bukan hanya saya yang sering sem­brono dalam masalah keuangan jadi saya pikir aplikasi ini punya pros­pek. Apalagi di Indonesia belum banyak aplikasi sejenis, artinya pangsa pasar masih ter­buka lebar.

Artikel ini & artikel-artikel lan­jutan­nya saya tulis dan update selama saya meng­em­bangkan aplikasi ini. Jadi semacam developer note yang saya harap bisa ber­man­faat buat developer lain.

Plan­ning

Fail to plan, plan to fail

Ide dasar udah ada. Sebelum lan­jutin, riset dulu fitur umum yang biasanya ada di aplikasi finan­sial. Liat-liat Less Accoun­ting, Mint, dan Freshbooks. Bikin daf­tar fitur yang bisa diaplikasikan di Dooit­koo & cocok untuk orang Indonesia.

Selan­jut­nya, apa ben­tuk deliverable–nya.

Con­tinue reading →