Factory Pattern

Factory Pattern adalah pattern yang digunakan untuk memisahkan (decouple) proses pembuatan/instansiasi sebuah objek (produk) dari objek lain (klien) yang menggunakannya. Tujuannya supaya perubahan pada product class nggak menyebabkan kita harus mengubah kode pada client. Paling nggak akibat dari perubahan itu bisa diminimalisir. Dan juga supaya si factory bisa digunakan oleh banyak class.

Factory adalah objek yang berfungsi membuat objek lain (produk). Class ini menyembunyikan proses pembuatan produk dari klien sehingga klien nggak perlu tahu proses pembuatannya, bahkan klien juga nggak perlu tahu nama class dari produk yang dia minta.

Mungkin kita sering menulis function seperti ini:


var coffee:AbstractCoffee = createCoffee("xxx");
function createCoffee(type:String):Coffee{
        if(type == "xxx" ) return new XXXCoffee();
        if(type == "yyy" ) return new YYYCoffee();
        if(type == "zzz" ) return new ZZZCoffee();
        return null;
}

Cukup bagus untuk proyek kecil. Tapi coba bayangin kalo kita punya 20 class yang harus bisa bikin kopi dan semuanya harus bisa ditukar-tukar saat run-time plus si produk kemungkinan besar bakal berubah. Repot. Di sini gunanya Factory Pattern.

Continue reading →

Facebook AS3 API : The Basics

Repost artikel yg sudah pernah saya tulis di blog yang lama

Dalam tutorial ini saya akan tunjukkan cara pembuatan aplikasi Flash/Flex untuk Facebook dengan menggunakan Facebook AS3 API yang resmi di-support oleh Facebook & Adobe.

Facebook AS3 API adalah library yang memungkinkan kita membuat aplikasi Flash/Flex yang bisa mengakses data dari Facebook tanpa memerlukan skrip di sisi server. Kalo kita mengeset aplikasi kita sebagai aplikasi “Desktop”, kita bisa langsung menjalankan aplikasi di komputer kita. Jadi nggak perlu upload ke server. Selama proses development, umumnya kita banyak berkutat di sisi desktop , nanti kalo aplikasi sudah siap untuk testing baru kita upload ke server.

Continue reading →

Bagaimana Menulis Kode yang Bagus

Selama saya berkarir sebagai developer Flash dari taun 2004-an, sudah ribuan baris kode dari puluhan aplikasi Flash yang saya baca. Banyak yang bagus dan gampang dipahami, banyak juga yang njelimet & ruwet mirip pangsit mie. Banyak kasus saya temui waktu saya menginterview pelamar di Trippertlabs dimana pelamar yang portfolionya luar biasa bagus, ternyata kalo nulis kode luar biasa jelek ( kebetulan posisi saya adalah Senior Developer jadi saya selalu kebagian giliran pertama untuk “menyiksa” pelamar 🙂 ).

Untuk keperluan internal Trippertlabs, saya pernah mempublikasikan tulisan berjudul Coding Guidelines for Flash & Flex Developers. Saya pikir ada baiknya kalo artikel itu saya tulis lagi di sini.

Mulai dari yang paling dasar yaitu indentasi.

Continue reading →